Hari ini :
You are not log in? >> Please Login

Sebuah Potret Minimnya Anggaran Militer

Ibu pertiwi kembali menitikkan air mata saat pesawat angkut milik TNI-AU, Hercules, jatuh di Magetan, Jawa timur, Rabu (20/5). tragis, karena memakan korban 102 orang yang terdiri atas 100 penumpang pesawat dan 2 orang warga yang tertimpa pesawat nahas tersebut.

Peristiwa ini semakin menambah panjang deretan kecelakaan yang dialami pesawat-pesawat milik TNI-AU. Masih segar di ingatan saat pesawat Fokker-27 milik mereka jatuh di Pangkalan Udara Husen Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 6 April lalu. Pesawat nahas ini menabrak hanggar milik PT Dirgantara Indonesia dan menewaskan 24 anggota Paskhas TNI Angkatan Udara.

Kecelakaan demi kecelakaan yang terjadi cukup membuktikan bahwa peralatan militer kita sangat tidak memadai saat ini. bukan hanya milik TNI-AU saja, TNI-AL dan TNI-AD pun sebenarnya juga sering mengeluh lantaran alat utama sistem persenjataan ( alutsista ) yang sudah udzur dan kurang perawatan.

Fakta menunjukkan bahwa anggaran untuk militer masih sangat minim.anggaran departemen pertahanan pada RAPBN 2009 sebesar Rp.35,032 triliun. Namun, realisasi sementara hanya Rp.33,667 triliun. Padahal menurut sejumlah pengamat militer setidaknya butuh Rp.100 triliun untuk anggaran alutsista.

Minimnya anggaran tersebut berimbas pada tidak intensifnya perawatan pesawat militer. Akhirnya, kecelakaan pesawat pun bukanlah kabar yang mengejutkan bagi sebagian pengamat militer. Sebagaimana disampaikan Dudi Sudibyo, menurutnya, kecelakaan pesawat milik TNI Angkatan Udara atau angkatan lainnya tidak lagi mengejutkan karena sudah bisa diperkirakan sebelumnya.

Anggaran yang layak untuk TNI

Dukung-tidak mendukung perihal menaikkan anggaran militer kiranya tak perlu lagi diperdebatkan. Akan lebih kekanak-kanakan lagi kalau ternyata yang berdebat itu adalah presiden dan wakil presiden yang kini sedang bersaing menuju RI 1. Toh semuanya sudah jelas, keterbatasan anggaranlah yang menyebabkan semua ini terjadi.

Anggaran yang jauh dari kebutuhan riil militer tak hanya membuat pesawat militer jatuh bergelimpang. Dukungan logistik yang tidak memadai membuat para komandan TNI harus bersusah payah dalam menggerakkan unit-unit mereka. Mungkin hanya rasa cinta dan setia pada tanah air lah yang membuat mereka tetap bertahan tanpa banyak mengeluh.

Kondisi militer bangsa yang demikian, perlahan dan pasti akan membuat bangsa ini kehilangan martabatnya di mata dunia. Bagaimana bangsa ini akan mampu mengusir para perompak atau pencuri ikan misalnya, jika peralatan yang dimiliki militer kalah canggih dibanding peralatan para perompak. Bagaimana pula para prajurit TNI akan mampu memadamkan gerakan-gerakan separatis tanpa peralatan maupun persenjataan yang lengkap.

Sistem pertahanan yang buruk hanya akan membuat bangsa ini menjadi bahan olok-olokan bangsa lain. Lebih dari itu, sikap-sikap arogan dari bangsa lain pun harus siap ditanggung oleh kita semua tanpa adanya militer yang kuat.

Tidak berlebihan kiranya jika menghadapi pilpres 2009 ini kita menuntut adanya capres atau cawapres yang memiliki konsep strategis mengenai penguatan eksistensi militer Indonesia. Karena bagaimanapun juga sistem pertahanan yang tangguh sangat diperlukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

About this entry

Posting Komentar

 

About me | Author Contact | Powered By Blogspot | © Copyright  2008