Kalau ditanya “ situs apa yang paling favorit saat ini ?”, penulis yakin semua orang dengan serentak akan menjawab “ facebook !”. ya, situs jejaring sosial ini benar-benar menuai sukses besar dengan jumlah pengguna lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia.
Di tanah air, demam facebook saat ini sedang hangat-hangatnya. Saking hangatnya, facebook bahkan masuk ke ranah agama, hingga menimbulkan pro dan kontra Di kalangan ulama.
Satu sisi ada ulama yang mengharamkan facebook karena menurut mereka situs ini lebih banyak mendatangkan keburukan daripada kebaikan. Di sisi lain ada ulama yang mengatakan bahwa semua kembali pada niat si pengguna.
Penulis sendiri cenderung lebih tertarik pada pendapat kedua, yaitu mengembalikan semuanya pada niat seseorang saat menggunakan facebook.
Ambil contoh sebilah pisau, ia bisa berpotensi menjadi sesuatu yang buruk bila digunakan untuk melukai seseorang. Namun, ia juga berpotensi menjadi hal baik dan tidak merugikan siapa-siapa. Pisau yang digunakan untuk keperluan dapur misalnya.
Facebook pun sama, ia bisa berpotensi negatif bila seseorang menggunakannya untuk transaksi seksual, menebar terror, dan lain-lain. Sebaliknya, facebook bisa menjadi sarana pencerahan bila digunakan untuk saling bertukar ilmu pengetahuan ataupun berbagi pengalaman yang positif dan konstruktif.
Melontarkan isu-isu cerdas pada status facebook kita misalnya, akan mendorong orang lain untuk berkomentar dan berujung pada diskusi yang asyik antar teman. Tentu ini satu langkah maju di tengah budaya diam yang masih mengakar di benak masyarakat kita. yang jelas situasi seperti ini melebihi metode pendidikan di sekolah-sekolah yang miskin interaksi dua arah.
Masuk lebih dalam lagi, di facebook, kita bisa membuat group atau bergabung dalam salah satu goup yang sudah ada. Melalui group ini diskusi akan lebih menarik dan lebih spesifik lagi Karena biasanya mereka yang tergabung dalam satu group adalah orang-orang dengan kesamaan minat.
Selain itu, facebook rupanya juga telah merangsang masyarakat untuk giat menulis. Lewat fasilitas catatan saya, banyak para pengguna facebook yang menjadi gemar menulis, walaupun tema yang ditulis masih seputar aktivitas keseharian, semacam catatan diary. Namun sekali lagi, ini merupakan langkah maju, dari budaya oral ke tulisan. Bukankah ini sejalan dengan misi pencerahan.
Yang menjadi masalah sekarang adalah, banyak dari kita yang belum tergerak untuk memanfaatkan facebook sebagai media pencerahan. Padahal sebagaimana penulis sebut di atas, situs ini sangat memungkinkan untuk dibawa ke sana.
Hemat penulis, pihak-pihak yang memiliki pengaruh di masyarakat tak usah terlalu gegabah melontarkan pernyataan. Jangan buah yang manis dibilang pahit hanya karena kita melihatnya dari satu sisi saja.
Mungkin akan lebih bijak jika mereka yang memiliki pengaruh di masyarakat mengkampanyekan penggunaan facebook untuk media pembelajaran. Mengajak masyarakat untuk memanfaatkan facebook sebagai tempat berdiskusi, membangun tali silaturahmi serta berbagi ilmu pengetahuan.
Semua kembali kepada niat kita masing-masing, diawali dengan niat yang baik, mari kita gunakan facebook untuk memperbaiki kualitas hidup kita.
Posting Komentar