Hari ini :
You are not log in? >> Please Login

Menikmati Hotspot Area di Fakultas Ekonomi

Hampir setiap hari, dari pagi hingga malam, kursi kayu panjang tanpa sandaran itu selalu ramai diduduki para mahasiswa. kursi yang sebenarnya tidak cukup nyaman diduduki karena hanya beralas kayu dan tanpa sandaran itu rupanya mampu membuat banyak orang betah berlama-lama mendudukinya.

Bukan kursi ajaib, bukan pula kursi malas, hanya kursi biasa. Hanya saja ia punya satu kelebihan, yaitu hotspot area ! siapapun bisa mengakses internet dengan mudah disini, tinggal pencet tombol power notebook, maka on line sudah. Tempat ini memang khusus disediakan oleh fakultas ekonomi untuk mengakses internet secara nirkabel ( wireless ).

Bukan hanya kursi dan meja saja yang disediakan di tempat itu, setiap meja juga dipasang terminal listrik sehingga tak perlu takut kehabisan baterai. Pemasangan terminal listrik pun juga sangat memanjakan para pemakai hotspot, meja yang panjangnya sekitar 10 meter itu tiap setengah meternya dipasang terminal listrik, tak perlu mengulur kabel panjang.

Iman, mahasiswa FE, salah satu pengunjung tempat itu, mengungkapkan, ia dan teman-temannya tak jarang nongkrong di tempat itu hingga pagi hari. “ tempatnya cukup nyaman, jadinya kita bisa betah disini hingga pagi. Tak perlu takut kehabisan baterai, dan yang pasti gratis pula !”, jawab Iman sambil mengutak-atik facebook nya. Area hot spot di lantai dua gedung fakultas ekonomi itu memang tak ada matinya, non stop 24 jam.

Katakan Tidak untuk IDM & Netcut !

Kecepatan akses yang disediakan memang tidak terlalu tinggi, hanya 54 Mbps, namun ini sudah cukup cepat untuk sekedar browsing di situs-situs. Hanya saja, jangan sekali-kali mencoba download dengan alat bantu semacam IDM jika tak mau dilirik sinis oleh pemakai hotspot lainnya. ada satu orang saja yang men-download menggunakan IDM maka pengguna hotspot lainnya akan sangat terganggu karena kecepatan aksesnya akan turun drastis, lemot.

Dini, mahasiswa FKIP, salah seorang yang juga sering nongkrong di tempat ini menegaskan perlu adanya etika hotspot di benak masing-masing pengguna. “ kecepatan akses yang hanya 54 Mbps tak seharusnya digunakan untuk download file-file yang besar karena akan sangat mengganggu pengguna lainnya “, kata Dini. Selama ini ia hanya sering menggerutu sendiri dan tak berani mengingatkan jika ada pengguna yang mendownload dengan fasilitas IDM.

Ia juga mengatakan, Selain IDM, ada pula alat lain yang paling dibenci oleh para pengguna hotspot jika mengetahui salah seorang dari mereka ada yang mengaktifkan alat itu. Netcut, ya, ini adalah semacam software untuk memutus koneksi pengguna lain hingga seluruh sinyal yang ada pun akan tersedot semua ke orang yang menggunakan netcut.

Adanya hotspot area memang sangat membantu proses belajar kita sebagai mahasiswa. “ Karenanya bila kawan-kawan ingin menikmati fasilitas hotspot, nikmatilah dengan bijak, tak perlu merugikan kawan lainnya”, tutur Dini. ( V )

About this entry

Posting Komentar

 

About me | Author Contact | Powered By Blogspot | © Copyright  2008